https://jik.fis.ung.ac.id/index.php/Komunikasi/issue/feedJAMBURA JURNAL ILMU KOMUNIKASI2026-07-23T10:37:18+00:00Open Journal Systems<p><strong>Jambura Jurnal Ilmu Komunikasi E-ISSN 3026-2380</strong> mengundang para dosen, mahasiswa, akademisi, maupun praktisi di bidang komunikasi untuk mempublikasikan artikel ilmiah yang berkaitan dengan Ilmu Komunikasi. <strong>Jambura Jurnal Ilmu Komunikasi</strong> terbit selama dua kali setahun, yaitu pada bulan Mei dan November<br />Adapun fokus dari jurnal ini antara lain:</p> <p>1) Komunikasi massa dan jurnalistik<br />2) Kebijakan media<br />3) Hubungan masyarakat (public relations)<br />4) Media massa dan perubahan sosial<br />5) Media massa dan budaya popular<br />6) Komunikasi strategis<br />7) Kajian lain yang masih berkaitan dengan Ilmu Komunikasi</p> <p>Naskah diterbitkan melalui proses peer-review terlebih dahulu. Pada proses tersebut, naskah akan diseleksi terlebih dahulu sesuai dengan focus and scope yang telah ditentukan. Setelah diseleksi pada proses tersebut, selanjutnya naskah akan diserahkan kepada editor untuk dikoreksi dari sudut pandang substansi.<br />Pertanyaan, kritik, dan saran dapat ditanyakan pada alamat email : jpeneilkom@ung.ac.id</p> <p><strong>Alamat : JURUSAN</strong><strong> KOMUNIKASI </strong>Jalan Jenderal Sudirman No. 6 Kota Gorontalo, 96128</p> <p>Kontak : Telepon (0435) 821125 Fax (0435) 821752 Nomor HP 085246097267</p>https://jik.fis.ung.ac.id/index.php/Komunikasi/article/view/201Antara Reproduksi dan Resistensi: Ondel-Ondel Sebagai Seni Pertunjukan Alternatif di Ruang Publik Jakarta2026-07-23T08:26:55+00:00Nur AzizahNurAzizah@gmail.comBambang MudjiyantoBambangMudjiyanto@gmail.comLaunaLauna@gmail.comHayu Lusianawati HayuLusianawati@gmail.com<p><em>In Jakarta’s public spaces, street ondel-ondel are often viewed dichotomously: as heirs to Betawi culture that need to be preserved or as disturbers of public order. This binary view obscures the complexity of ondel-ondel’s daily practices—subaltern actors who are caught in the tension between reproducing official cultural symbols and facing the spatial marginalization they experience. Previous studies have tended to overlook these dynamics, failing to capture how these marginalized actors use culture as a survival strategy. This study aims to analyze the phenomenon of ondel-ondel in the context of reproduction and resistance in the urban social space of Jakarta. Through a critical ethnographic approach, this study finds that these actors on the sidewalks of Jakarta maintain the symbolic forms of Betawi culture (through masks, rhythmic movements, and ngibing) while transforming their meaning as a strategy to entertain and earn a living. This survival practice serves a dual function: as a means of achieving moral legitimacy on the sidewalk and as a form of non-verbal resistance to structural exclusion. Theoretically, this study enriches Giddens’ structuration theory and Spivak’s concept of subalternity by showing how subaltern agency reproduces and transforms power structures through legitimacy and resistance in Jakarta’s urban social space</em><em>.</em></p>2026-05-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://jik.fis.ung.ac.id/index.php/Komunikasi/article/view/202Strategi Personal Branding Key Opinion Leader Di Instagram2026-07-23T09:33:38+00:00Muhammad Ainul YaqinMuhammadAinul@gmail.comRahmawati LatiefRahmawatiLatief@gmail.comRamsiah TasruddinRamsiah@gmail.com<p>This study aims to identify the personal branding strategies employed by Key Opinion Leader (KOL) on Instagram to attract the attention of brands for collaboration, as well as to identify the supporting factors and barriers in implementing KOL personal branding strategies on Instagram. This study is classified as descriptive qualitative research. Data collection was conducted through in-depth interviews, participant observation, and the collection of objective documentation by selecting three KOL in Makassar. The three informants were Muhammad Ismail Zainal, Muhammad Syahid Al Mahdi, and Runi Virnita Mamonto. The results of this study indicate that personal branding on Instagram to attract brands for collaborations can be achieved by creating authentic content with strong branding, fostering a collaborative ecosystem in content production, and building relationships with agencies. Second, the supporting factors for personal branding include the ability to interact, a desire to gain benefits, knowledge, courage, consistency, support from close friends and family, relationships with others, and being part of a relevant community; whereas the inhibiting factors for personal branding include a reluctance to learn, a tendency to be easily satisfied, insufficient free time, and laziness. </p>2026-05-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://jik.fis.ung.ac.id/index.php/Komunikasi/article/view/204Perancangan Kampanye Komunikasi Visual "Navigator Waktu" untuk Membangun Budaya Disiplin Waktu pada Mahasiswa2026-07-23T10:32:49+00:00Wira Pratama RumambieWirapratama@gmail.comAbd Halid LembaAbdHalid@gmail.comSiti Mayasari PakayaPakayasitimayasari@ung.ac.idMuhammad Akram Mursalimmuhammadakram@ung.ac.id<p>Budaya datang terlambat atau “jam karet” sudah dianggap wajar oleh banyak mahasiswa, khususnya di lingkungan kampus Gorontalo, dengan kebiasaan berangkat mepet waktu, menunda pekerjaan, hingga menggunakan alasan “sebentar lagi” atau “otw” padahal belum siap. Kebiasaan ini berdampak pada kegiatan akademik dan organisasi, seperti kelas yang dimulai terlambat, rapat yang molor, serta diskusi kelompok yang tidak berjalan efektif. Kampanye sosial “Navigator Waktu” dirancang sebagai upaya kreatif dan komunikatif untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa bahwa menghargai waktu bukan sekadar hadir tepat waktu, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan tanggung jawab pribadi serta sosial. Perancangan kampanye ini memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman melalui analisis SWOT, menetapkan target audiens berupa mahasiswa aktif Universitas Negeri Gorontalo usia 18–22 tahun, serta menyusun konsep pesan, positioning, strategi kreatif, dan konsep visual bertema kompas sebagai simbol arah dan kendali diri. Pesan kampanye dituangkan dalam slogan “Menang Atas Waktu, Menang Atas Diri Sendiri” dan diaplikasikan ke dalam media poster, flyer, pin, serta jam weker sebagai pengingat sehari-hari bagi mahasiswa.</p>2026-05-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://jik.fis.ung.ac.id/index.php/Komunikasi/article/view/205Dialektika Resolusi Konflik dan Konsolidasi Birokrasi Pasca-Krisis Kepemimpinan Daerah di Kabupaten Boalemo2026-07-23T10:37:18+00:00Abd Halid LembaAbdHalid@gmail.comWira Pratama RumambieWirapratama@gmail.comMuhammad Akram Mursalimmuhammadakram@ung.ac.idSiti Mayasari PakayaPakayasitimayasari@ung.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam faktor penyebab, dampak sosial-pemerintahan, serta dinamika upaya penyelesaian konflik pasca-lengsernya Bupati Boalemo (Darwis Moridu). Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kasus, data primer diperoleh melalui wawancara mendalam (<em>in-depth interview</em>) bersama lima informan kunci serta observasi lapangan di Desa Dulupi dan sekitarnya. Kerangka teoritis yang digunakan adalah Teori Konflik Dialektika Ralf Dahrendorf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab konflik bersumber dari akumulasi ketidakstabilan afiliasi politik, ketimpangan pembangunan antarwilayah, ketidakharmonisan birokrasi, re-aktivasi kasus hukum lama, ketidakjelasan legitimasi ijazah, pengabaian peran wakil bupati, perilaku kontroversial personal, serta lemahnya komunikasi kebijakan. Dampak konflik memicu fragmentasi hubungan sosial, perubahan perilaku defensif masyarakat, disfungsi birokrasi, dan tekanan psikologis publik. Proses penyelesaian konflik berlangsung melalui mekanisme yuridis Mahkamah Agung, pergantian kepemimpinan struktural, serta rekonsiliasi sosial kultural berbasis nilai kekerabatan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik kekuasaan lokal tidak hanya berdampak destruktif, tetapi juga mendorong redistribusi otoritas dan penyesuaian struktur pemerintahan yang lebih kondusif.</p>2026-05-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026