Dialektika Resolusi Konflik dan Konsolidasi Birokrasi Pasca-Krisis Kepemimpinan Daerah di Kabupaten Boalemo

Authors

  • Abd Halid Lemba universitas Negeri Gorontalo
  • Wira Pratama Rumambie universitas Negeri Gorontalo
  • Muhammad Akram Mursalim universitas Negeri Gorontalo
  • Siti Mayasari Pakaya universitas Negeri Gorontalo

Keywords:

Konflik Politik Lokal, Keretakan Sosial, Birokrasi, Kabupaten Boalemo.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam faktor penyebab, dampak sosial-pemerintahan, serta dinamika upaya penyelesaian konflik pasca-lengsernya Bupati Boalemo (Darwis Moridu). Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kasus, data primer diperoleh melalui wawancara mendalam (in-depth interview) bersama lima informan kunci serta observasi lapangan di Desa Dulupi dan sekitarnya. Kerangka teoritis yang digunakan adalah Teori Konflik Dialektika Ralf Dahrendorf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab konflik bersumber dari akumulasi ketidakstabilan afiliasi politik, ketimpangan pembangunan antarwilayah, ketidakharmonisan birokrasi, re-aktivasi kasus hukum lama, ketidakjelasan legitimasi ijazah, pengabaian peran wakil bupati, perilaku kontroversial personal, serta lemahnya komunikasi kebijakan. Dampak konflik memicu fragmentasi hubungan sosial, perubahan perilaku defensif masyarakat, disfungsi birokrasi, dan tekanan psikologis publik. Proses penyelesaian konflik berlangsung melalui mekanisme yuridis Mahkamah Agung, pergantian kepemimpinan struktural, serta rekonsiliasi sosial kultural berbasis nilai kekerabatan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik kekuasaan lokal tidak hanya berdampak destruktif, tetapi juga mendorong redistribusi otoritas dan penyesuaian struktur pemerintahan yang lebih kondusif.

Downloads

Published

2026-05-08